Buku Nonfiksi

Buku Nonfiksi

PERTEMUAN 14 ( Rabu, 08 Februari 2023)

MATERI : KONSEP BUKU NONFIKSI

PEMATERI : MUSI’IN, M.Pd

MODERATOR : YANDRI NOVITA SARI, S.Pd

 

Dalam pemaparannya narasumber mengawalinya dengan  quote :

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari  masyarkat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

 (Pramoedya Ananta toer)

 

Jika kau bukan anak raja, juga bukan ulama besar, maka menulislah.

 ( Imam Ghozali)

 

Ada dua jenis buku yakni buku fiksi dan buku nonfiksi. Buku atau tulisan nonfiksi adalah tulisan atau buku yang berisi informasi tentang fenomena aktual yang telah terjadi dalam masyarakat dan dapat dibuktikan kebenarannya . Dan tulisannya bersifat baku berdasarkana fakta.


Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tuisan nofiksi adalah sebagai berikut :

  • 1)     Berisi penjelasan suatu hal atau objek tertentu yang faktual.
  • 2)     Objektifitas yang tinggi bersifat menari atau menggugah nalar pembaca.
  • 3)     Basanya bersifat denotatif.
  • 4)     Penjelasannya berupa fakta/gagasan dan dilengkapi dengan infografis, tabel, grafik atau diagram.


Jenis-jenis tulisan nonfiksi :

  • 1)      Biografi
  • 2)      Esai
  • 3)      Artikel
  • 4)      Makalah
  • 5)      Karya tulis ilmiah
  • 6)      Buku


Ada tiga poia penulisan buku nonfiksi, yakni :

1)     Hierarkis , pola ini menyususn buku dengan berdasarkan tahapan-tahapan dari yang sederhana ke komplek, dari yang mudah ke rumit, dari yang ringan ke berat.

Contoh : Buku pelajaran

2)      Prosedural, pola ini cara penyusunan bukunya dengan menyusunnya beradasarkan urutan proses.

Contoh : buku panduan

3)      Klaster, yakni suatu pola penyusunan buku yang disusun secara poin perpoin atau butir perbutir.

4)      Contoh : buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab.


Lima Langkah proses penulisan buku nonfiksi :

1)     Pratulis, Langkah pertama sebegai berikut :

o   Menetukan tema

o   Menentukan ide

o   Merencanakan jenis tulisan

o   Mengumpulkan bahan tulisan

o   Nertukar pikiran

o   Menyususn daftar

o   Meriset

o   Membuat mind mapping

o   Menysun kerangka

2)      Menulis draf

3)      Merevisi draf

4)      Menyunting naskah

5)      Menerbitkan

Setelah kita menemukan tema menjadi sebuah ide yang menarik, akan ada beberapa hal yang bisa melengkapinya, diantaranya :

  • 1)      Pengalaman pribadi
  • 2)      Pengalaman orang lain
  • 3)      Berita dari media masa
  • 4)      Status : facebook, twitter. Whatapp, IG
  • 5)      Imajinasi
  • 6)      Mengamati lingkungan
  • 7)      Perenungan
  • 8)      Membaca buku
  • 9)      Survey
  • 10  Wawancara

Dalam menulis buku kita membutuhkan pengalaman dan update ilmu yang terus bekembang. Semua itu dengan tujuan apapun yang kita bagikan lewat tulisan kita akan bermanfaat buat semua orang tanpa lapuk oleh zaman.

Buku yang tulis tidak lepas juga dari referensi-referensi yang kita jadikan sebagai penguat dari teori-teori dan ulasan-ulasan yang kita hidangkan di tulisan kita. Seperti yang diungkapkan oleh narasumber kita referensi dapat kita peroleh dari :

  • 1)      Pengetahuan yang diperoleh secara formal, nonformal atau informal.
  • 2)      Keterampilan yang diperoleh secara formal, nbonformal atau informal.
  • 3)      Pengalam yang diperolah sejak kecil hingga saat ini
  • 4)      Penemuan yang telah didapatkan.
  • 5)      Pemikiran yang telah direnungkan.


    Demikianlah pemaparan dari narasumber hebat kita pada pertemuan ke 14 ini. 

    Terima kasih Bapak Musi’in, pemaparannya sangat bermanfaat buat kita semua sebagai panduan menulis

    buku nonfiksi.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha Penerbitan Buku

(PUISI) KEANGKARAAN

Pentingkah Proofreading?