Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

(Puisi) Reinkarnasi

Gambar
 

(Cerpen) KUIRINGI LANGKAHMU DENGAN DOA

Gambar
    Relung hati terdalam inginnya menyibak tabir rahasia kehidupan yang semakain tak jelas kapan bisa kutemui. Lalu lalang peristiwa terus berjalan dengan egonya tanpa melihat apa yang dirasakan hati. Sedang awan masih terus bergerak seirama angin begitu kompaknya dan matahari seakan berdiskusi dengan mendung untuk bergantian menonton hiru pikuk dunia ini. Dunia, yah sebuah tempat yang penuh kisah, bermunculan kisah sedih, bahagia, lucu, tragedi, bahkan kemunafikanpun bertandang dengan yakinnya. Semua mahluk memerankan perannya masing-masing dengan segala komitmen sejak zaman azali. Ada satu mahluk yang tidak bisa komitmen setelah dia menginjakkan kakinya di dunia yang sarat dengan godaan dan cobaan, siapakah Dia, dia adalah manusia. Dunia manusia yang penuh dengan ego dan ketamakan yang ada dalam dirinya semakin merajai berjalan dengan waktu yang terus menghimpitnya tuk menggapai apa yang diinginkan manusia. Yah berbicara tentang mahluk ini memang luar biasa. Sampai pad...

(Puisi) GURU IDAMAN

Gambar
Merayap senyap membubuhi malam Gumintang kelam wajah langit malam ini Jeritan seekor jangkrik Melengking tanpa kompromi Membangunkanku dalam lamunan tiada henti. Terima kasih sang malam Yang sudah menghadirkan jangkrik Tuk bangunkanku dalam kelenaan yang memasung.   Picture and picture, Sekilas kubaca sebuah model pembelajaran Yang selama ini kuabaikan bahkan kuhilangkan dari keseharianku sebagai pengajar. Dentingan lonceng dari alun-alun terdengar semayup menandakan malam telah larut. Yah aku dalam kesendirian yang membawa anganku terbang menyusuri perjalananku yang begitu larut dalam anomali yang tak sejalan.   Kesadaran bermunculan dalam benakku untuk sebuah pengakuan. Aku guru, Aku pendidik,   dan Aku pengajar. Terlintas bayangan wajah-wajahnya yang lugu dan penuh pengharapan padaku. Wajah mereka memadu padankan kesadaran dan logika yang pada akhirnya seirama dan mengàkui... Salah..... Kurang.... Kalau salah harus menj...

(Cerpen) Damai Bersama Bayangmu

DAMAI DALAM BAYANMU Juju Juriyah   Menatap daun yang bergerak melambai, bahkan menari bersama angin di siang ini. Aku terpana dengan hijaunya yang begitu lembut dan sejuk, dan tak sengaja ku melihat lewatnya sebuah senyuman yang pernah sering terlihat di waktu yang telah lewat, Benarkah senyum itu, senyumnya. Tuhan ada apa denganku ini. Kualihkan pandangan ini bergeser ke aerospace ke   luasnya langit dan nampak bergerak awan lalu tergambar seperti sebuah wajah yang sering menghampiriku dulu.Wajah yang begitu kasih dan lembut selalu dalam menghadapi sikapku yang kadang tak pedulikan wajah itu.                 Aku bukan tak menyederhanakan kata-kataku, bebasku berbicara dan bebasku akan angan dan impianku. Bukan pula menurunkan egoku akan keberadaanku yang seakan seperti angsa yang asing terhadap pasangannya yang sejati. Aku hanya ingin bersikap sebagaimana diriku, seperti ini apa adanya. Sepanta...