Writer's Block...Hindarilah!
Writer's Block...Hindarilah!
KEGIATAN MENULIS KBMN
Pertemuan ke 7 (Senin, 23 Januari 2023)
Materi 7 : Mengatasi Writer's Block
Pemateri : Dita Widya Utami, S.Pd, Gr
Moderator : Raliyanti, S.Sos
Pertemuan kali ini yang ke 7 diisi oleh narasumber cantik
nan hebat ibu Dita Widya Utama, beliau narsumber hebat dengan segudang
prestasi. Prestasi-prestasi beliau pantas menjadi inspirasi kita menjadi seperti
beliau. Bisakah? Inilah pertanyaan untuk pribadi saya.
Di awal pembicaraannya, bu Dita memperkenalkan diri,
bahwa beliau adalah alumni KBMN gelombang ke 7, senior kita.
Berbagi pengalamnnya dengan kata-kata motivasi beliau
bahwa kalau ingin menjadi penulis andal
seperti omjay, Bunda Kanjeng, pa D’ail, Bunda Aam, Prof Eko dan yang lainnya
maka harus siap dengan prosesnya.
Dalam kegiatan menulis setiap orang memilki persepsi
masing-masing bisa sebagai hobi, kebutuhan, tuntutan profesi dan lain-lain.
Definisi menulis menurut beliau :
Menulis adalah kata kerja yang hasilnya beragam. Ini tergantung
dari tujuan menulis, di antaranya:
- Novelis, cerpenis, jurnalis, atau blogger
- Copywriter , yang tulisannya mengajak untuk membeli produk.
- Content writer, yang membuat tulisan professional di wbsite.
- Script writer, penulis naskah film
- Ghost write
- Technical writer
- UX writer
- Dll.
Dalam prosesnya semua bisa saja menghadapi virus WB “Writer’s
B;ock”.
Bebrapa pengalaman beliau yang bis menjadi inspirasi kita antara
lain :
Ø
Sebelum sekolah : senang membaca
Ø
SD : senang menulis
Ø
SMP : Mengirim tulisan ke madding
Ø
SMA : sering menulis diary sebagai self healing
Ø
Kuliah : Menulis proposal
Ø
Bekerja : Mengikuti KBMN : aktif menulis di blog
a.
Calon pengajar praktik Pendidikan guru penggerak
b.
Bertugas dari narasumber KBMN
Luar biasa pengalaman-pengalaman bu Dita.
WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis.
Istilah WB ini diperkenalkan oleh seorang psikoanalis di Amerika, Edmund
Berger. WB atau Writer Blok merupakan penyakit yang bisa menjangkit penulis
manapun.
Penyebab-penyebab WB bisa disebabkab banyak hal, Yakni :
a.
Mencoba metode/topik baru dalam menulis.
Misal : dari menulis cerpen berubah ke
jenis menulis lain seperti KTI (karya tulis ilmiah)
b.
Lelah fisik/mental.
c.
Terlalu perfeksionis
d.
Khawatir tulisannya tidak ada yang suka
Pesan bu Dita supaya
tulisan kita tidak berhenti di jalan, kita harus menggiatkan Teknik free
writing (bebaskan kita untuk menulis apa
saja ide kita, tak perlu bingung benar atau salah menulisnya)
Komentar
Posting Komentar